Wujudkan Pengolahan Sampah Berbasis Digital, bank bjb Jalin Kerja Sama dengan Octopus

  Jumat, 07 Mei 2021   Andres Fatubun
Kerja sama penandatanganan MoU antara Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi dengan CEO Octopus Moehamad Ichsan disaksikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

BANDUNG -- bank bjb menjalin kerjasama dengan aplikasi pengolahan sampah, Octopus, di Gedung Sate Kota Bandung, Rabu 5 April 2021. Tujuannya adalah untuk mengakselerasi penerapan teknologi pengolahan sampah berbasis digital di Provinsi Jawa Barat.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU antara Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi dengan CEO Octopus Moehamad Ichsan. Dalam kolaborasi ini, bank bjb berkomitmen untuk bersama-sama dengan Octopus mewujudkan Jawa Barat sebagai provinsi terdepan dalam pengelolaan sampah di Indonesia.

Momen penandatanganan MoU dilangsungkan bersamaan dengan peluncuran program Octopus perdana di Kota Bandung. Acara juga turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat Prima Mayaningtyas dan Chief Marketing Officer Octopus Hamish Daud Wylie.

Adapun Octopus merupakan aplikasi yang memungkinkan penggunanya menyetorkan kemasan bekas pakai untuk didaur ulang, seperti plastik PET bekas air mineral, hingga popok bayi. Target penggunanya adalah warga peduli lingkungan, yang nantinya akan dapat menerima keutungan ekonomi dari pengumpulan sampah tersebut.

Ridwan Kamil mengatakan, aplikasi tersebut dapat membantu program-program daur ulang sampah yang telah diterapkan di berbagai daerah di Jawa Barat menjadi lebih baik dan terdigitalisasi. Sehingga, akan lebih banyak masyarakat yang tertarik untuk berkontribusi dalam pengumpulan dan daur ulang sampah tanpa harus menjadi relawan yang terjun langsung memilah sampah.

"Hal ini bisa membantu sistem eksisting menjadi lebih sempurna. Kelebihanya adalah user friendly, mudah di-download dan punya nilai ekonomi," ungkap Ridwan Kamil.

Saat ini Octopus Indonesia memiliki lebih dari 75.000 pengguna aplikasi, 9.000 lebih mitra pengepul dan 2065 bank sampah tempat Pelestari menyetorkan sampah untuk diangkut. Aplikasi Octopus hadir di kota Makassar, Badung, Gianyar, Denpasar, dan Kota Bandung. Untuk Kota Bandung, Octopus menargetkan pengelolaan sampah rumah tangga.

"Idealnya bisa 100% didaur ulang seperti di Jepang, tapi kalau dari rencana strategis daerah kita, targetnya pada 2025 sebanyak 30% dari seluruh sampah dapat didaur ulang," ungkap Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil menargetkan, dalam enam bulan aplikasi Octopus telah diterapkan di 27 kota/kabupaten se-Jawa Barat. Dia juga meminta bank bjb untuk senantiasa dapat berkontribusi terhadap kelancaran operasional Octopus khususnya dan pengelolaan sampah pada umumnya untuk mewujudkan Jawa Barat juara.

Semangat Octopus dalam mendaur ulang sampah selaras dengan nilai go spirit Bank bjb dalam poin respect, yakni peduli lingkungan. Oleh karenanya, bank bjb akan senantiasa berperan mewujudkan tujuan Jawa Barat untuk menjadi provinsi terdepan dalam pengelolaan sampah berbasis digital melalui Octopus.

Dalam penerapannya, bank bjb akan hadir memberikan opsi sebagai media transaksi pembayaran dari pihak pelestari yang mengangkut sampah ke pihak customer (warga) dengan menggunakan produk DigiCash. Untuk fase selanjutnya, tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan metode transaksi pembayaran dari pihak bank sampah sebagai pihak akhir penerima sampah warga ke pihak pelestari di aplikasi pelestari. Juga integrasi fitur pembayaran pajak dan pembelian pulsa yang ada di dalam aplikasi bjb DigiCash ke dalam aplikasi Octopus.

"Dengan kerja sama ini, bank bjb akan dapat menambah fee-based income melalui integrasi dengan aplikasi Octopus. Sementara pihak Octopus akan mampu meningkatkan pelayanan terhadap user-nya dalam memanfaatkan aplikasi," ungkap Pempimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto.

"Kolaborasi dengan pihak-pihak yang peduli lingkungan aka terus kami tingkatkan guna mewujudan Jawa Barat juara dalam pengelolaa sampah. Sekaligus juga membuka peluang-peluang pertumbuhan usaha baru yang mensejahterakan masyarakat," lanjutnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar