Sriwijaya Air SJ 182 Sudah 10 Bulan Tidak Dipakai Akibat Pandemi

  Selasa, 12 Januari 2021   Adi Ginanjar Maulana
Ilustrasi Pesawat Sriwijaya Air

JAKARTA, AYOBANTEN.COM -- Kementerian Perhubungan membeberkan fakta terkait kecelakaan nahas Pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Sebelumnya, Kementerian Perhubungan memastikan Sriwijaya Air SJ 182 dinyatakan dalam kondisi laik udara sebelum terbang. 

Dirjen Perhubungan Udara, Novie Riyanto, menjelaskan pihaknya juga melakukan berbagai pengawasan. Salah satunya meliputi pemeriksaan semua pesawat dari semua maskapai yang diparkir atau tidak dioperasikan.

Namun, berdasarkan data yang dibeberkan oleh Kementerian Perhubungan, pesawat yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021 siang itu, sudah tidak beroperasi selama 10 bulan lamanya.

"Pesawat Sriwijaya SJ 182 masuk hanggar pada 23 Maret 2020 dan tidak beroperasi sampai dengan bulan Desember 2020. Kemudian, Ditjen Perhubungan Udara telah melakukan inspeksi pada 14 Desember 2020," tulis pernyatan resmi dari Kementerian Perhubungan, Senin (11/1/2021).

Selanjutnya, pada 19 Desember 2020, pesawat tersebut mulai beroperasi kembali tanpa penumpang/No Commercial Flight, dan pada tanggal 22 Desember 2020, pesawat beroperasi kembali dengan penumpang/Commercial Flight.

Sebagai informasi Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta - Pontianak dipastikan hilang kontak, Sabtu (9/1/2021) sore. 

Berdasarkan data manifes yang bersumber dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), pesawat tersebut membawa 56 penumpang dengan rincian 46 orang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi. 

Adapun awak kabin berjumlah 6 orang dimana pesawat ini dikemudikan oleh Kapten Pilot Didik Gunardi dan Kopilot Fadly Satrianto. 

Dilihat dari aplikasi Flightradar24, pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Soekarno - Hatta pukul 14.36 WIB dan seharusnya tiba pada pukul 15.15 WIB. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar