Yamaha Mio S

Pendekar dan Jawara se-Banten Apresiasi Kabareskrim Listyo Sigit

  Senin, 14 September 2020   Adi Ginanjar Maulana
(dari kiri) Ketua Umum DPP Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten, Yadi Sufiadi, Irohyadi, Ketua Kesatuan Adat Banten Kidul, Sukanta, tokoh adat Banten Kidul

BANTEN, AYOBANTEN.COM -- Tokoh Adat, Pendekar, danJawara se-Provinsi Banten terkesan dengan kepemimpinan Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang pernah menjadi Kapolda Banten, 2016-2018. 

Saat itu, Kabareskrim Polri, yang berhasil mengungkap kasus-kasus besar ini, sangat menaruh perhatian terhadap keberadaan perguruan silat saat menjabat Kapolda di provinsi berjuluk seribu pesantren sejuta santri. Seluruh perguruan dirangkul dan dipersatukan dalam peragaan besar.

"Lebih dari tiga ribu pendekar silat dan jawara debus unjuk kebolehan jurus dan debus di satu tempat, saat Listyo menjabat Kapolda," ujar Ketua Umum DPP Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten, Yadi Sufiadi, belum lama ini.

Menurut Yadi, peragaan besar yang digelar di Alun-Alun Serang, Banten, November 2017 silam, berhasil mencatatkan Rekor MURI. Pagelaran itu atas inisiasi dan peran Listyo. Para pendekar dan jawara tergabung dalam perkumpulan tapak karuhun ini, berasal dari berbagai paguron (perguruan). Antara lain, Paguron Terumbu, TTKDH Cimande, Bandrong dan Macan Guling.

"Bukan saja menginisiasi, Listyo juga turut melibatkan diri. Itu sebagai wujud pendekatan dan komunikasi langsung dalam merangkul paguron-paguron untuk bersama-sama menjaga keamanan Banten," puji Ketua Paguron TTKDH Cimande, TB. Mulyana, mengapresiasi tindakan Kapolda Listyo.

Selama menjadi kapolda, mantan Kapolres Pati dan Kapolresta Surakarta tersebut juga dikenal dekat dengan tokoh kasepuhan adat di Banten, termasuk Banten Kidul. 

"Bagi kami, Listyo merupakan jenderal tanpa sekat, tanpa ada batas, mau terjun menemui masyarakat tanpa melihat latar belakang. Kami didatangi dan diajak diskusi soal menjaga Banten aman," ujar Irohyadi, Ketua Kesatuan Adat Banten Kidul, atau dikenal dengan Sabaki. 

Tokoh pemuda juga memberikan kesan yang sama. "Sosok dan keteladanan Listyo yang kami lihat, mau berinteraksi dengan semua lapisan masyarakat. Kegiatan kepemudaan selalu dibantunya, terutama yang menyangkut kegiatan sosial, seni dan budaya," ungkap Wahyudi Djahidi, Sekretaris Wilayah Pemuda Pancasila Provinsi Banten.

Perhatiannya yang besar mengundang kasepuhan adat Banten untuk menyematkan Listyo bukan sebatas sebagai kapolda, tapi juga tokoh budaya yang bisa berdiri di atas semua golongan. 

"Bahkan, kami menganggap Listyo sudah menjadi bagian dari masyarakat Banten. Sebagai bentuk perhormatan, kasepuhan adat Banten sempat menawarkan Listyo menjadi pembina paguron-paguron silat se-Banten," kata Sukanta, tokoh adat Banten Kidul, sekaligus kasepuhan dari Sabaki.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar