Polisi Terus Selidiki Kasus Sunda Empire

  Rabu, 29 Januari 2020   Faqih Rohman
Tersangka penipuan yang mengatasnamakan Sunda Empire. (Ayobandung.com/Faqih Rohman)

BANDUNG, AYOBANTEN.COM -- Direktorat Kriminal Umum Polda Jawa Barat masih mendalami motif berdirinya Sunda Empire. Diduga anggota kelompok ini mencapai seribuan orang.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Hendra Suhartiyono. Menurutnya, penyidik masih terus menggali motif dari Sunda Empire karena sejauh ini mereka mengklaim dapat menyejahterakan masyarakat dunia.

"Masih didalami, intinya memastikan bahwa Sunda empire ini bisa sejahterakan rakyat dunia. Bukan Jabar saja," ujarnya di Mapolda Jawa Barat, Rabu (29/1/2020).

Dia mengungkapkan kelompok ini mengaku mempunyai tabungan sebesar ratusan juta dollar di UBS. Namun demikian, semua klaim tersebut hanya isapan jempol semata karena belum terbukti.

"Klaim beberapa hal, Nato, PBB dan Bank Dunia dibentuk di isola UPI, adanya pengakuan miliki dana 500 juta US di UBS. Semua itu tdk benar," katanya.

Terkait dengan jumlah anggota Sunda Empire, dia mengaku belum bisa memastikan jumlahnya namun diprediksi mencapai seribuan orang. 

"Total anggotanya, secara pasti tidak tahu cuma tidak lebih dari 1000 orang," tutur Hendra.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat telah menetapkan tiga orang petinggi Sunda Empire yakni NB, RRN, dan KAR sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong pada Selasa (28/1/2020).

Penetapan tersangka ini setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan. Adapun barang bukti yang diamankan yakni selembar sisilah kerajaan Sunda Empire, surat pernyataan Sunda Empire, selembar pengambilan sumpah Sunda Empire, dan selembar bukti deposito bank UBS, serta selembar setoran tunai bank.

Atas perbuatannya, ketiganya di jerat dengan Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 1946 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun penjara.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar